Hujan turun...
Semoga datang dengan membawa pesan kedamaian dan kesejukkan dari surga
Pesan mata air telaga di tengah negeriku yang kering
Kering bukan tiada air justru disini malah berlimpah
Namun kering karena cinta kasih yang kian kempis
Lalu mungkin saja akan musnah dan sirna
Kering karena hilang sudah pehatian
Rasa saling memiliki, rasa saling peduli
Hilang sudah rasa welas asih manusia bumi
Kering karena tangan sudah enggan memberi
Karena hati sudah enggan merasa
Kering karena senyuman disini rasanya begitu pahit
Hujan turun...
Semoga membawa pesan mata air cinta
Ditengah negeriku yang makin panas
Panas bukan karena sengat mantahari
Tapi panas melihat nasib anak-anak negeri di pinggiran jalanan
Di kolong-kolong jembatan
Yang hanya tidur beralaskan tikar dan kardus sampah
Berteman nyamuk
Berselimut daun dan debu jalanan
Seolah matahari enggan menyisakan sedikit saja sinarnya untuk mereka
Negeri yang kaya ini
Negeri yang subur ini hanya dalam mimpi saja
Begitukah pelakuan kita kepada calon pemimpin bangsa?
Lihat saja para pemimpin jabatan.. memuakkan!
Lebih sering comberan daripada moral keteladanan
Lebih senang memberi racun daripada seteguk air
Sekedar mengusir rasa haus dan lapar
Seolah tak rela kesejahteraan itu untuk negerinya
Disimpan sendiri di dalam perutnya -laknat!
Mungkin hati nuraninya sudah ditikamnya sampai mati
Ya Rabbi
Apakah betul negeri ini tidak ditakdirkan untuk bahagia?
Tidak pantas untuk sejahtera?
Bencana demi bencana datang silih berganti
Ya Rabbi
Apakah cerita manis itu sudah habis?
Apakah tidak ada yang tersisa sedikitpun cahaya untuk negeri kami?
Ya Rabbi
Suatu saat kelak
Semoga Engkau berkenan Rahmat dan kasih-Mu untuk negeri kami
Sepeti air yang membawa kehidupan
Seperti hujan yang menjanjikan sebuah harapan
Ya Rabbi
Aku percaya
Langit esok hari akan terlihat jauh lebih indah..
Semarang, 06 September 2011
salleum sami
salleum sami
Sahabat pernah kau lihat berlian? indah bukan..kau mau? nanti akan aku tunjukkan dimana kau bisa mencarinya. ini bukan berlian biasa sahabat, karena ini adalah yang terbaik. tenang saja masih ada kok kau pasti bisa mendapatkannya, minimal kau tahu kalau itu ada, insyaAllah...
sahabat!! sekiranya kau bisa memilikinya, apa yang kau pikirkan?? ohh...
kau mau menjualnya? padahal ia lebih berharga dari yang kau bayangkan, kalau kau tahu seperti apa berlian itu, aku yakin! kau akan enggan menjualnya, karena memang tidak ada seorang manusiapun yang sanggup membelinya
andai kau tahu, aku yakin! kau akan menjaganya, bahkan walau harus dengan darahmu
sahabat, mungkin sekarang kau sudah memilikinya atau malah kau sedang bersamanya, boleh jadi ia selalu bersamamu kemanapun kakimu melangkah, selalu memberikan kemilaunya...
Tidak ada yang sendiri...
Terkadang kita terlalu egois untuk mengakui kalau mereka ada
Atau juga kita sudah merasa yang paling pantas diakui
Merasa yang paling pantas yang paling berjasa
Dalam jeda waktu sejenak
Coba kita perhatikan cara matahari, bulan dan bintang bersahabat
Bukankah mereka saling meniadakan?
Siang meniadakan malam
Malam meniadakan siang
Lihat pula
Bagaimana embun pagi dan matahari bersahabat
Bukankah mereka juga saling meniadakan?
Karena matahari embun-pun jadi hilang
Hanya menyisakan sedikit hawa dingin
yang sebentar lagi juga akan lenyap
Bagaimana pula daun dan angin bersahabat
Tak pernah daun membenci angin
Walaupun angin membuatnya jatuh dari ranting-ranting
Dibawa kemana hembus angin berarah
Berserakan jatuh ke tanah
Lihatlah..
Bagaimana alam ini bersahabat
Sungguh mereka telah memberi kita banyak pelajaran
Tentang keikhlasan, kerelaan
Tentang perbedaan dan tentang pengorbanan
Tentang kehidupan
Dari mereka kita belajar
Bagaimana membangun persahabatan di tengah alam perbedaan
Sungguh indah
Seperti hujan yang menjanjikan indahnya warna pelangi...
Read More
Terkadang kita terlalu egois untuk mengakui kalau mereka ada
Atau juga kita sudah merasa yang paling pantas diakui
Merasa yang paling pantas yang paling berjasa
Dalam jeda waktu sejenak
Coba kita perhatikan cara matahari, bulan dan bintang bersahabat
Bukankah mereka saling meniadakan?
Siang meniadakan malam
Malam meniadakan siang
Lihat pula
Bagaimana embun pagi dan matahari bersahabat
Bukankah mereka juga saling meniadakan?
Karena matahari embun-pun jadi hilang
Hanya menyisakan sedikit hawa dingin
yang sebentar lagi juga akan lenyap
Bagaimana pula daun dan angin bersahabat
Tak pernah daun membenci angin
Walaupun angin membuatnya jatuh dari ranting-ranting
Dibawa kemana hembus angin berarah
Berserakan jatuh ke tanah
Lihatlah..
Bagaimana alam ini bersahabat
Sungguh mereka telah memberi kita banyak pelajaran
Tentang keikhlasan, kerelaan
Tentang perbedaan dan tentang pengorbanan
Tentang kehidupan
Dari mereka kita belajar
Bagaimana membangun persahabatan di tengah alam perbedaan
Sungguh indah
Seperti hujan yang menjanjikan indahnya warna pelangi...
semarang, 09 februari 2011
salleum sami
Semesta bertasbih subhanallah...
Air bertasbih dengan jernihnya yang terus mengalir
Yang memberikan kehidupan pada tiap apa yang dia lewati
Daun pun bertasbih dengan kerelaannya dibawa
Kemanapun arah angin berhembus
Matahari dan bulan
Bertasbih dengan siang dan malamnya
Bertasbih dengan cahayanya yang menawan
Hujan pun bertasbih dengan indah pelanginya
Gunung bertasbih dengan bentangan yang menyejukkan
Bayi pun bertasbih dengan tangisannya yang memberi kita sebuah senyuman
Laut bertasbih dengan ombak yang bersahut
Burung bertasbih dengan nyanyian alam yang merindu
Bintang-bintangpun bertasbih
Alam rayapun bertasbih dengan keluasanya yang tak terkira
Dan semestapun bertasbih..
Kita pun bertasbih
Mata bertasbih dengan tunduk pandangannya
Bertasbih degan air matanya
Air mata rindu pada Rosul nya
Air mata sesal akan dosa dan maksiat sekecil apapun itu
Air mata bahagia, syukur atas segala nikmat
Air mata cinta kepada Rabb nya
Tanganpun bertasbih dengan kerelaannya meringankan beban saudaranya
Kaki bertasbih dengan ringan melangkah ke tempat yang Allah cintai
Mulut bertasbih dengan menjaga lisannya
Bertasbih dengan kata-kata yang benar
Bertasbih dengan senyum tulusnya
Dan hati
Ya.. ia pun bertasbih dengan penghambaan keikhlasannya
Untuk menjaga semuanya...
Air bertasbih dengan jernihnya yang terus mengalir
Yang memberikan kehidupan pada tiap apa yang dia lewati
Daun pun bertasbih dengan kerelaannya dibawa
Kemanapun arah angin berhembus
Matahari dan bulan
Bertasbih dengan siang dan malamnya
Bertasbih dengan cahayanya yang menawan
Hujan pun bertasbih dengan indah pelanginya
Gunung bertasbih dengan bentangan yang menyejukkan
Bayi pun bertasbih dengan tangisannya yang memberi kita sebuah senyuman
Laut bertasbih dengan ombak yang bersahut
Burung bertasbih dengan nyanyian alam yang merindu
Bintang-bintangpun bertasbih
Alam rayapun bertasbih dengan keluasanya yang tak terkira
Dan semestapun bertasbih..
Kita pun bertasbih
Mata bertasbih dengan tunduk pandangannya
Bertasbih degan air matanya
Air mata rindu pada Rosul nya
Air mata sesal akan dosa dan maksiat sekecil apapun itu
Air mata bahagia, syukur atas segala nikmat
Air mata cinta kepada Rabb nya
Tanganpun bertasbih dengan kerelaannya meringankan beban saudaranya
Kaki bertasbih dengan ringan melangkah ke tempat yang Allah cintai
Mulut bertasbih dengan menjaga lisannya
Bertasbih dengan kata-kata yang benar
Bertasbih dengan senyum tulusnya
Dan hati
Ya.. ia pun bertasbih dengan penghambaan keikhlasannya
Untuk menjaga semuanya...
semarang, 07 februari 2011
salleum sami
tak ada yang sia-sia Allah ciptakan
walau hanya sebutir debu yang berterbangan
walau hanya setetes air bagi lautan
kita bagi semesta mayapada
semuanya saling berkaitan
sedih-senang, sakit-bahagia
aku-kamu, sendiri-bersama
semuanya...
hanya kemapanan iman
hanya kemapanan iman
kemapanan Allah dalam hati kita
kemapanan cinta-Nya
yang akan memberikan kita sebuah senyuman...
ya sebuah senyuman pada akhir cerita
InsyaAllah..
semarang, 05 februari 2011
salleum sami
salleum sami
apakah tak perlu lagi 'bersalaman' yang ikhlas sepenuh hati
yang penuh kebersahajaan, kehangatan, persaudaraan
'bersalaman' tanpa merasa lebih dari yang lain
'bersalaman' tanpa membedakan
Aku pernah dengar ada sebuah negeri
Negeri yang elok negeri yang katanya indah permai
Subur tanpa tanding
Negeri para bintang kahyangan
Negeri warisan surga
Yang membuat banyak bangsa iri
Karenanya semua berhasrat memilikinya
Ingin aku melihatnya
Berkenalan dengan manusia buminya
Merasakan kelembutan karakter manusia buminya
Bercengkrama & berakrab ria disana
Ingin aku bersama mereka
Bahkan dalam derita maupun suka
Bersama mereka membangun asa
Membangun harapan atas cinta-Nya
Aku ingin menjadi bagian dari mereka
Ya..bagian dari manusia bumi negeri ini
Yang bangga atas negeri-nya
Bangga atas bangsa-nya
Bangga atas bumi-nya
Kawanku
Inilah negeri-ku
Sungguh aku mencintai negeri ini
Karena darisinilah
Semua cerita ini bermula...
Negeri yang elok negeri yang katanya indah permai
Subur tanpa tanding
Negeri para bintang kahyangan
Negeri warisan surga
Yang membuat banyak bangsa iri
Karenanya semua berhasrat memilikinya
Ingin aku melihatnya
Berkenalan dengan manusia buminya
Merasakan kelembutan karakter manusia buminya
Bercengkrama & berakrab ria disana
Ingin aku bersama mereka
Bahkan dalam derita maupun suka
Bersama mereka membangun asa
Membangun harapan atas cinta-Nya
Aku ingin menjadi bagian dari mereka
Ya..bagian dari manusia bumi negeri ini
Yang bangga atas negeri-nya
Bangga atas bangsa-nya
Bangga atas bumi-nya
Kawanku
Inilah negeri-ku
Sungguh aku mencintai negeri ini
Karena darisinilah
Semua cerita ini bermula...
Semarang, 11 Januari 2011
Salleum sami
rinai hujan..teriakan
suara capung dan kelelawar
suara daun yang berjatuhan
sura angin...wusshh..
suara derik jangkrik
dengarkan yang tertangkap oleh jiwa
ombak yang berdebur
gemericik air
tabuhan gendang dan 'gung kehidupan'
dengarkan yang bisa kau dengar
jerit tangis bayi yang malang
sesumbar keangkuhan
teriakan pembasmian
terlempar pun disingkirkan
dengarkan...
suara ketakutan yang teramat
kegetiran...
ambisi dan nafsu
putus asa dan menyerah
tapi dengarkah kau
suara asa dan harapan
suara semangat dan kemauan
suara kejujuran...
dengarkah kau
suara bahagia yang membuncah
canda tawa ..berlari kejar mengejar
titisan keceriaan dari surga
seketika hilang semua derita
terhapus semua air mata
yang tersisa hanya senyum bahagia
yang terukir di bibir dan di hati kita...
itulah nyanyian hidup
nyanyian jiwa...
harmoni yang silih berganti
beberapa menyakitkan
beberapa menyenangkan
untuk kebahagiaan
disanalah semua akan bermuara
dengarkah kau
suara bahagia yang membuncah
canda tawa ..berlari kejar mengejar
titisan keceriaan dari surga
seketika hilang semua derita
terhapus semua air mata
yang tersisa hanya senyum bahagia
yang terukir di bibir dan di hati kita...
itulah nyanyian hidup
nyanyian jiwa...
harmoni yang silih berganti
beberapa menyakitkan
beberapa menyenangkan
untuk kebahagiaan
disanalah semua akan bermuara
Semarang, 11 Januari 2011
Salleum sami














