• Teduhnya Senyumanya

    Suatu saat sekiranya dirimu ditanya Apa yang membuatmu bahagia? Jawaban apa yang bisa kau berikan untuk pertanyaan itu Andai aku yang ditanya Ada satu hal yang membuatku bahagia Satu hal yang mampu mengusir mendung dengan seketika Mengusir kelam dengan sekejap saja Satu hal itu adalah Seyuman Ibu ku Seyuman yang bisa menghapus banyak air mata Senyuman yang penuh kehangatan Ketika melihat Ibu tersenyum padaku saat aku pulang Mendengar tawa khasnya Melihat senyum sumringah yang terpancar dari wajahnya Subhanallah

    read-more
  • Bersyukur itu Seni

    Ada dua ekor burung merpati yang terbang bersama-sama. Ketika akan memasuki satu kawasan tertentu. Tiba-tiba burung yang satu berhenti dan melanjutkan perjalanannya dengan jalan kaki. Sedangkan yang satu tetap terbang. "Kok jalan kaki, Kenapa gak terbang aja? kan lebih cepet" penuh tanda tanya. "Memangnya kau gak lihat? itu!" Sambil menunjuk ke arah sebuah rambu bergambar 'Burung Terbang' dan diberi tanda silang ditengahnya. Di bagian bawahnya bertuliskan 'Zona Larangan Terbang'. hehe..(yang ini tidak tertulis di papan rambu lho..)

    read-more
  • Siluet Putih Jingga

    Tidak perlu menutup hati nurani Untuk menyatakan sebuah kebenaran Tidak perlu! Perbedaan menjadi bahan utama permusuhan Karena kebenaran dan perbedaan adalah fitrah Ego yang berlebihan lah.. Yang terkadang membuatnya menjadi sesuatu yang salah Ego kita yang membuat kita terkadang sulit mengakui kebenaran Padahal kebenaran itu tampak nyata Ego jualah tekadang membuat sebuah pembenaran Bahwasanya perbedaan sering kali menjadi alasan permusuhan Fitrah manusia itu saling menyayangi Maka sayangilah… Seperti langit menyayangi bumi dengan sinar mentarinya Ranting.. daun.. dengan bunganya Pagi dengan embun bening di ujung daunya

    read-more
  • Satu Kasih Sayang

    Ahamdulillah.. ada kesempatan untuk pulang kampung. InsyaAllah, moga esok lusa bisa melihat sinar matahari yang indah nan cerah di kampung halamanku. Ya Rabb semoga tak terhalang batu kerikil dan jalan- jalan berlubang serta kemacetan yang terlalu panjang. Aku ingin segera berjumpa dengan amakku, sosok hebat yang selalu memberi kami perlindungan dan kasih sayang. Mencium tangannya, sungkem bakti di pangkuannya. ... Masih teringat saat tangannya yang sudah mulai keriput mengusap kepalaku, subhanallah seolah ingin kembali ke masa kanak-kanak. Terbayang olehku satu kenangan waktu kecil dulu...

    read-more
  • Sepenuh Kasih

    Seolah hati diombang-ambing dua samudra Untuk terus atau bertahan pada ketetapan yang awal Tidak tahu pasti apa yang sebetulnya diinginkan oleh hati ini Walau mungkin hati ini punya jawabnya sendiri Sama tidak tahunya apa yang sebenarnya sedang terjadi Walau mungkin diri ini punya caranya sendiri untuk mengerti Seolah sedetik waktu kehilangan ukuranya untuk melaju Seperti anak panah yang kehilangan arah Tidak tahu kemana titik sasaran yang harus dituju Entahlah... Begitu banyak rasa bercampur di dada Apakah harus memilih? Walau aku ingin menyatukanya dalam satu rasa yang indah

    read-more
Previous Next
Welcome To Salleum's Blog

Puja Sera

Cerita-Ku

Salleum Sami

Pesan Kebaikan

Posted by Unknown On - - 0 comments

Hujan turun...
Semoga datang dengan membawa pesan kedamaian dan kesejukkan dari surga
Pesan mata air telaga di tengah negeriku yang kering
Kering bukan tiada air justru disini malah berlimpah
Namun kering karena cinta kasih yang kian kempis
Lalu mungkin saja akan musnah dan sirna
Kering karena hilang sudah pehatian
Rasa saling memiliki, rasa saling peduli
Hilang sudah rasa welas asih manusia bumi

Kering karena tangan sudah enggan memberi
Karena hati sudah enggan merasa
Kering karena senyuman disini rasanya begitu pahit

Hujan turun...
Semoga membawa pesan mata air cinta 
Ditengah negeriku yang makin panas
Panas bukan karena sengat mantahari
Tapi panas melihat nasib anak-anak negeri di pinggiran jalanan
Di kolong-kolong jembatan
Yang hanya tidur beralaskan tikar dan kardus sampah
Berteman nyamuk
Berselimut daun dan debu jalanan

Seolah matahari enggan menyisakan sedikit saja sinarnya untuk mereka
Negeri yang kaya ini
Negeri yang subur ini hanya dalam mimpi saja

Begitukah pelakuan kita kepada calon pemimpin bangsa?
Lihat saja para pemimpin jabatan.. memuakkan!
Lebih sering comberan daripada moral keteladanan
Lebih senang memberi racun daripada seteguk air
Sekedar mengusir rasa haus dan lapar

Seolah tak rela kesejahteraan itu untuk negerinya
Disimpan sendiri di dalam perutnya -laknat! 
Mungkin hati nuraninya sudah ditikamnya sampai mati

Ya Rabbi
Apakah betul negeri ini tidak ditakdirkan untuk bahagia?
Tidak pantas untuk sejahtera?
Bencana demi bencana datang silih berganti

Ya Rabbi
Apakah cerita manis itu sudah habis?
Apakah tidak ada yang tersisa sedikitpun cahaya untuk negeri kami? 

Ya Rabbi
Suatu saat kelak
Semoga Engkau berkenan Rahmat dan kasih-Mu untuk negeri kami
Sepeti air yang membawa kehidupan
Seperti hujan yang menjanjikan sebuah harapan

Ya Rabbi
Aku percaya 
Langit esok hari akan terlihat jauh lebih indah..

Semarang, 06 September 2011
salleum sami

Categories: ,

Leave a Reply